Simak Begini Cara Penjernihan Air Sederhana

Posted on

penjernihan air sederhana

Penjernihan air sederhana – Air merupakan sumber penyokong kehidupan bagi semua makhluk yang hidup di dunia ini. Dari mikroorganisme, hewan, tumbuhan, terlebih untuk manusia. Dalam kehidupan manusia yang serba kompleks air merupakan komponen yang sangat penting, untuk sekedar kebutuhan dasar manusia, kesehatan, hingga transportasi manusia membutuhkan air.

Saat ini kebutuhan air akan selalu meningkat. Didalam era industrialisasi yang pesat ini membawa pada perbaikan taraf ekonomi dan sosial masyarakat. Keadaan begini akan diiringi pertambahan jumlah penduduk yang akan terus menerus meningkat jumlahnya. Namun ketersediaan air tetap bahkan berakibat sumber air baku semakin menipis.

Maka dengan kenyataan yang seperti itu dibutuhkan solusi untuk mengatasi ketersediaan air bersih untuk masyarakat. Untuk daerah yang sumber air tanahnya melimpah mungkin pasokan air di daerah tersebut relatif stabil. Namun bagaimana dengan masyarakat yang berada di pesisir pantai atau di wilayah yang kadar asamnya tinggi, tempat tinggal dekat dengan hutan gambut misalnya. Tentunya diperlukan penanganan khusus untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Artikel lain yang mungkin anda tertarik Bermacam Opsi Iklan yang bisa mengembangkan bisnis Anda

Penjernihan Air Sederhana Dengan Metode Water Treatment

Secara garis besar proses pengolahan air bersih sehingga dapat digunakan dibagi menjadi tiga proses, yaitu:

1. Unit Asupan Air Pertama (Penampungan Awal)

Proses pengolahan air bersih di unit ini disebut juga dengan Sadap Air (Intake). Fungsi unit ini adalah untuk menampung air dari sumber aslinya. Penampungan dilengkapi dengan Bar Screen Filter. Filter ini berfungsi sebagai filter awal untuk benda-benda yang terendam seperti kayu, daun, dan benda lainnya.

2. Unit Pengolahan Air (Water Treatment Unit)

Proses pengolahan air bersih di unit ini, air di unit penyimpanan awal akan diolah kembali menjadi beberapa tahap:

a. Proses Koagulasi
Proses pengolahan air bersih pada tahap ini adalah air dari reservoir awal (reservoir) diolah dengan penambahan tawas (alumunium) atau zat yang mirip dengan garam besi (salt iron) atau dengan sistem pencampuran cepat (Rapid Mixing).

Air kotor yang berasal dari reservoir di tanah mengandung partikel koloid yang tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi bumi. Sehingga partikelnya tidak mengendap dengan sendirinya. Tujuan dari proses ini adalah untuk menghancurkan partikel-partikel koloid tersebut sehingga membentuk partikel-partikel kecil tetapi sulit untuk mengendap.

b. Proses Flokulasi

Pada tahap ini, menghilangkan kekeruhan air dengan menggumpalkan partikel kecil menjadi partikel yang lebih besar (Partikel Flok). Proses ini bertujuan untuk mendapatkan partikel yang besar sehingga akan mengendap sendiri akibat gaya gravitasi bumi. Proses flokulasi juga dilakukan dengan pengadukan yang lambat (Slow Mixing).

c. Proses Pengendapan

Partikel yang terflokulasi secara alami akan mengendap di dasar reservoir pada tahap ini. Massa jenis partikel (flok) lebih berat daripada massa jenis air itu sendiri. Kemudian air akan dialirkan ke tahap filtering pada tahap filtrasi di unit filtrasi.

d. Proses Penyaringan

Setelah melalui proses sedimentasi, air akan disaring dengan media filter yang terdiri dari pasir silika dan pasir halus. Pada tahap ini bahan yang larut dan tidak larut akan hilang dan disaring pada media filtrasi. Diperlukan proses tambahan sebelum air mengalir ke unit penyimpanan akhir, yaitu:

  • Proses Pertukaran Ion (Ion Exchange)

Proses ini dirancang untuk menghilangkan polutan anorganik (kontaminan) yang tidak dapat dihilangkan dari proses filtrasi dan pengendapan. Zat yang dihilangkan dalam proses ini adalah arsenik, kromium, fluorida berlebih, nitrat, radium, dan uranium.

  • Proses Penyerapan

Pada tahap ini pencemar organik air yang berupa karbon aktif ditambahkan ke dalam air. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan polutan organik penyebab rasa, bau, dan warna.

  • Proses Disinfeksi

Air yang telah lolos semua proses di atas akan menjalani proses desinfeksi sebelum disalurkan ke reservoir akhir. Proses ini membutuhkan penambahan zat kimia klorin (kaporit) yang bertujuan untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme berbahaya di dalam air.

4. Unit Penampungan Akhir (Reservoir)

Setelah air melalui proses di atas, air siap untuk digunakan masyarakat. Air dikumpulkan di waduk terakhir sebelum didistribusikan ke masyarakat.

Selain itu alat ini juga dapat digunakan sebagai alat penampung air hujan (PAH). Untuk Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan merupakan daerah gambut dengan curah hujan yang tinggi, alat ini dapat digunakan sebagai alat untuk mengolah air gambut.

Keberhasilan alat ini ternyata bukan terletak pada teknologinya, melainkan pada kemauannya untuk menggunakannya, karena secara teknis alat ini dapat digunakan untuk mengolah air gambut yang berlumpur atau air sungai.

Baca Juga : Mengintip Peluang Usaha Depot Air Minum Terkini