Dasar-dasar Perancangan Instalasi Listrik

Posted on

Sebelum melakukan instalasi listrik, sebaiknya harus tahu betul perhitungan-perhitungan yg bersifat teknis yg herbi pelaksanaan perancangan instalasi listrik tersebut.

Tujuan menurut pemahaman tersebut tentunya buat mendapatkan kualitas instalasi listrik Jasa Instalasi Listrik di Medan yang baik, pemakaian standar yang berlaku & tentunya penyesuaian menggunakan pengadaan material dan anggaran instalasi.Hal-hal teknis yang perlu diperhatikan sebelum aplikasi pekerjaan instalasi listrik diantaranya yang menyangkut perancangan instalasi adalah:1. Mengetahui perhitungan antara kuat arus & luas penampang pengantar ( luas penampang kabel)Luas penampang kabel Jasa Instalasi Listrik di Medan / pengantar sangat berpengaruh dalam daya hantar arus listrik yang melaluinya.Dalam menghitung kebutuhan besarkabel dalam istilah luas penampang kabel perlu dibedakan sebagai 2 jenis , yaitu:Perhitungan luas penampang kabel untuk fasa tunggal, danPerhitungan luas penampang kabel untuk 3 fasa.a. Rumus buat menghitung kebutuhan luas penampang kabel satu fasa merupakan:

I = P / (E x Cos Phi)

(update 22 Juni 2015 menanggapi permintaan komentar pengunjung)

Sebelum memilih luas penampang kabel, perlu pada hitung KHA-nya lebih dahulu, KHA merupakan Kemampuan Hantar Arus.

KHA = 125% x I nominal

Suatu instalasi listrik tempat tinggaltangga atau industri mempunyai kapasitas 900Watt, cos phi sebesar 0,8, tegangan yang dipakai adalah 220Volt. Tentukan besarnya kemampuan hantar arus (KHA) buat memilih kabel yg digunakan?

Hasil KHA merupakan = 125% x 5,114 A = 6,3925 A = 6,39A

Kemudian cari dalam tabel kemampuan kabel yg bisa mengantarkan arus sebesar 6,39  Ampere. Tabel bisa gw update pada posting selanjutnya saja, tapi anda mampu browsing menggunakan pencarian “tabel kemampuan penampang kabel “.

Baca juga artikel mengenai kelistrikan : Menghitung Energi & Daya Listrikb. Rumus buat menghitung kebutuhan luas penampang kabel 3 fasa merupakan:

I = P / (√3 x E x Cos Phi)

Dimana:I = Arus beban listrik dalam satuan Ampere.P = Beban yang diperlukan pada Watt.E = Tegangan antar fasa pada Volt.Cos Phi = Faktor Daya

(update 22 Juni 2015 menanggapi permintaan komentar pengunjung)

Suatu instalasi listrik industri (asumsi industri buat pemakaian 3 phase) mempunyai kapasitas 20.000 Watt, cos phi sebesar 0,8, tegangan antar phase yang dipakai merupakan 415Volt.

Tentukan besarnya kemampuan hantar arus (KHA) untk memilih kabel yang dipakai?

I = 20.000 / (√3 x 415 x 0,8)

Hasil KHA merupakan = 125% x 34,83 A = 43,53 Ampere

Cari pada tabel kemampuan kabel dengan satuan mm2 misalnya soal pertama, yg bisa dilalui arus sebesar 43,53 Ampere.

Dalam menyesuaikan atau memilih luas penampang kabel (besarkabel ) yang diperlukan perlu perhitungan teoritis dulu misalnya diatas yang lalu pada sesuaikan dengan luas penampang atau besarkabel yg telah tersedia di pasaran.

Tetapi pada hal ini lebih baik menentukan besaran kabel lebih akbar yg tersedia dilapangan, menjadi model pada perhitungan teoritis diperlukan luas penampang kabel 2mm2, maka perlu pembelian kabel dengan diameter 2,5mm yg tersedia pada pasaran.

Baca artikel tentang : Tegangan dan kendala Listrik2. Mengetahui perhitungan susut tegangan / rugi tegangan

Kenapa terjadi susut tegangan? Mungkin itu pertanyaan yg sering timbul.

Susut tegangan atau rugi tegangfan terjadi karena adanya pergeseran arus listrik dengan saluran yg di aliri arus listrik tadi.

Dalam pengantaran arus listrik disepanjang kabel pengantar akan terjadi pergesekan yang mengakibatkan kalor / panas yang terjadi yg membutuhkan sekian volt untuk hal tersebut.

Lantaran pengantar utama terdiri berdasarkan hantaran yg mempunyai hambatan serta induktansi maka secara matematis terjadi susut tegangan atau rugi tegangan.

Besaran rugi atau susut tegangan bisa dihitung dengan rumus berikut:

∆V = √3.I.L (R’L Cos Phi + X’L sin Phi )

Dimana:V = Susut tegangan.I = Arus beban penuh pada pengantar (Ampere).L = Panjang pengantar (m).R’L = Resistensi pengantar (Ω/m).X’L = Reaktansi pengantar (Ω/m).Cos Phi = Faktor Daya.

(update 22 Juni 2015 menanggapi permintaan komentar pengunjung)

Toleransi susut tegangan atau rugi tegangan dalam instalasi listrik penerangan adalah sebesar 2% menurut tegangan kerja, ad interim buat instalasi energi merupakan lima% menurut tegangan kerja.

Contoh pertanyaan & jawaban akan saya posting tersendiri karena penjelasannya tidak mengecewakan panjang menyangkut material pengantar lantaran setiap material mempunyai disparitas nilai resistansi pada setiap diameternya menggunakan tabel khususnya.

Dalam sebuah instalasi listrik , susut tegangan atau rugi tegangan tidak dapat di hindarkan lagi , tetapi bisa dibatasi, bisnis restriksi ini buat membentuk mutu listrik yang baik.

Dalam peraturan yang tertera pada PUIL 2000 bahwa disebutkan total rugi tegangan antara terminal dan sembarang titik instalasi nir boleh lebih menurut 50% berdasarkan tegangan penegnal dalam terminal konsumen.

Artikel tentang hubungan listik dan hukum Ohm : Hukum Ohm pada ilmu listrik3. Mengetahui cara memilih nilai kebutuhan lampu dalam sebuah ruangan.

Luas dan ketinggian ruangan sebagai pertimbangan krusial dalam pemilihan daya penjelasan yg akan diterapkan, tentunya dalam keputusan pemakaian jumlah lampu penjelasan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan penjelasan sebuah ruangan dapat dihitung dengan rumus sebagaiu berikut:

n = Em . p . I /øl . ᶯr . d

Dimana:n = Jumlah titik lampu.Em = Kuat penjelasan yang diharapkan pada suatu ruangan.Øl = Illuminasi cahaya (lumen).p = Panjang ruangan.ᶯr = Faktor penggunaan ruangan (utility).d = Faktor depresiasi.

Tingkat kuat penerangan ( Em) memiliki kelas-kelas atau kategori yang tidak sama tergantung dalam jenis aktifitas yang dilakukan.

Untuk menentukan harga ᶯ wajibdicari lebih dahulu harga K yaitu room indek yang tergantung dalam tinggi rendahnya suatu lampu berdasarkan level lantai kerja dimana buat penyinaran pribadi, semi pribadi dan merata yg sanggup memakai rumus berikut:

K = p . I / h ( p + I)

Dimana:K = Room Indek.h = Tinggi sumber cahaya diatas bidang kerja (m).p = Panjang ruangan (m).I = Lebar ruangan (m).

Lebih jelas tentang simbol dalam ilmu listrik : Unit & simbol dasar ilmu listrik4. Mengetahui cara menentukan kebutuhan daya lampu penjelasan

Perlu mengetahui rumus dasar memilih daya listrik menurut lampu menjadi berikut:

Wtotal = N Lampu x W1

Dimana:Wtotal = Total daya lampu.N Lampu = Jumlah Lampu.W1 = Daya setiap lampu.

Perancangan instalasi sangat diperlukan sebelum melakukan pekerjaan sehingga output yg dibutuhkan akan sinkron menggunakan yg dibutuhkan, mempunyai kualitas yg standar & tentunya akan mempermudah dalam perawatan selanjutnya.