Cara Merawat Padi Agar Hasil Melimpah

Posted on

Halo semuanya, di sini aku ingin berbagi wawasan tentang bagaimana cara merawat padi agar hasil melimpah,

Terutama bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan, tentunya di pedesaan hampir seluruh/mayoritas masyarakatnya memiliki ladang dan khusus untuk di tanami padi

Dan di siang hari yang cerah ini aku akan berbagi ilmu tentang cara merawat padi agar hasil melimpah

Yuk langsung aja kita lanjut ke cara merawat padi agar hasil melimpah, Simak penjelasannya di bawah ini dengan seksama dan jangan sampai ada yang terlewat ya temen-temen!

 

Cara Merawat Padi Agar Hasil Melimpah

cara merawat padi agar hasil melimpah

Agar hasil panen padi dapat melimpah, ada beberapa faktor yang harus dimaksimalkan, di antaranya :

  • Media tanah harus gembur, subur dan terbebas dari pathogen tanah.
  • Anakkan padi produktif harus banyak .
  • Jumlah rumpun per hektar banyak.
  • Minimalisir gabah kosong dan maksimalkan gabah bernas.
  • Jumlah per 1000 bulir padi lebih berbobot.
  • Cara budidaya padi yang tepat dan benar

 

Supaya beberapa faktor di atas dapat tercapai dan agar hasil padi teman-teman dapat menghasilkan hingga 12Ton/Ha, maka pelajari dan ikutilah cara menanam padi yang telah aku paparkan dan tentunya sudah terbukti :

 

  1. Pengolahan Tanah
  2. Pemilihan Benih Padi Unggul
  3. Persemaian Padi
  4. Tahapan Cara Menanam Padi
  5. Penyiangan Lahan Padi
  6. Cara Pemupukan Padi

Kamu juga dapat membaca cara menggunakan alat perontok jagung

 

1. Pengolahan Lahan

Cara menanam padi agar mendapat hasil yang melimpah dimulai dari pengolahan tanah. Buatlah lahan pada lahan sawah, menjadi sebuah media yang paling disukai tanaman padi muda (bibit padi),

Yaitu tekstur tanahnya yang gembur dan bahan organiknya tinggi serta pada tanah tersebut terbebas dari koloni jamur dan bakteri pathogen.

Karena  Black BOS terkandung bakteri Micrococcus roseus yang berperan aktif menjadikan tanah keras menjadi gembur dan subur,

Serta tiga bakteri lainnya (yaitu : Bacillus subtilis, pseudomonas stutzeri dan pseudomonas alcaligenes) yang berperan mengeluarkan enzim dan antibiotik untuk menghilangkan koloni jamur dan bakteri pathogen dari dalam tanah.

 

2. Pemilihan Benih Padi Unggul

Tahapan selanjutnya dalam cara menanam padi yaitu dengan memilih benih padi yang unggul. Jadi pilihlah benih padi yang unggul dan baik,

Karena benih padi yang unggul akan menentukan hasil produksi yang maksimal. Maka dari itu harus cermat dan teliti dalam pemilihan benih padi yang unggul ini, agar dapat memperoleh hasil panen yang tinggi/melimpah.

 

Beberapa hal yang harus kalian lakukan dalam pemilihan benih padi unggul adalah :

  • Pilihlah benih padi unggul yang harus/sudah bersertifikat resmi dari instansi pemerintah atau perusahaan.
    Hal ini menandakan bahwa benih padi tersebut dapat dipertanggungjawabkan kelayakan tanamnya seperti masa dormansinya dan upaya tumbuhnya.
  • Pastikan benih tidak kadaluwarsa dan mempunyai upaya tumbuh di atas 90%.
  • Benih padi yang utuh/bernas, bersih dan bebas dari hama (kutu-kutu an/kumbang gabah).
  • Pastikan tingkat kemurnian benih mencapai hingga 98%.
  • Memiliki potensi hasil yang tinggi.
  • Benih padi yang tahan penyakit.

 

Setelah memilih benih padi unggul yang baik, selanjutnya teman-teman harus melakukan perendaman benih dengan pupuk organik cair  minimal selama kurang lebih 12 jam.

Tujuan perendaman benih padi unggul ini yaitu untuk mematahkan masa dormansi benih dan memilih benih yang bagus supaya benih dapat tumbuh dengan cepat,

Seragam dan sehat serta tanaman bisa mendapatkan perlindungan dari awal terhadap serangan penyakit terutama pada fase pembibitannya.

3. Persemaian Padi

cara merawat padi

Setelah proses perendaman padi selesai, maka lakukan proses semai benih padi unggul. Agar bibit padi tumbuh dengan sehat, taburkan pupuk kandang pada lahan persemaian kemudian semprot dengan  Black Bos.

Penggunaan Black Bos pada lahan bertujuan agar penyakit, residu kimia maupun logam berat yang mengendap di dalam tanah dapat didegradasi dan dihilangkan oleh bakteri yang terkandung pada Black Bos ini.

Selanjutnya tebarkan benih padi unggul pada lahan persemaian. Setelah itu lahan diairi terus-menerus sampai setinggi kira-kira 1 cm.

Setelah bibit padi tumbuh, dapat  menambahkan pupuk susulan kimia dan semprotkan pupuk organik cair Spesialis Pangan setiap 7 hari sekali untuk memaksimalkan pertumbuhan padi.

Jenis dan takaran pupuk kimia dapat disesuaikan dengan kondisi lahan, karena pupuk ini  hanya bersifat sebagai acuan (referensi) dan bersifat fleksibel.

Yang artinya jenis, takaran pupuk dan hasil panen di setiap tempat bervariasi (tidak sama) karena di pengaruhi oleh kondisi tanahnya, pengairan dan iklim (cuaca) di tempat itu.

 

4. Tahapan Cara Menanam Padi

cara menanam padi selanjutnya yaitu dengan kedalaman 1-2 cm. Saat menanam bibit padi jangan terlalu dalam, cukup dengan kedalaman 1-2 cm.

Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena supaya jumlah anakan produktif tanaman padi dapat meningkat. Menanam bibit padi yang terlalu dalam juga akan mempersulit usaha pembentukan anakan padi.

Bakteri Pseudomonas alcaligenes yang terkandung dalam Black Bos akan bekerja dan memaksimalkan pertumbuhan akar serta meningkatkan penyerapan unsur hara makro dan mikro untuk tanaman padi tersebut.

Sehingga meskipun bibit padi ditanam dengan kurun yang tidak cukup dalam, akan tetapi akar tanaman padi dapat masuk dalam sampai ke tanah sehingga pertumbuhan padi akan lebih maksimal.

 

5. Penyiangan Lahan Padi

Proses penyiangan padi, Agar penyerapan nutrisi dapat diserap sempurna oleh tanaman padi, maka salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan memperkecil tingkat persaingan gulma.

Oleh sebab itu dulur-dulur harus melakukan proses penyiangan gulma minimal 2 kali dalam semusim, yaitu pada umur 21 HST dan 42 HST.

 

6. Cara Pemupukan Padi

 

cara merawat padi agar hasil melimpah

Tanaman padi memerlukan nutrisi yang cukup sesuai dengan tingkatan fase tumbuh. Maka dari itu dulur-dulur harus memberikan pupuk makro sesuai kebutuhan padi.

Pada saat padi memasuki fase vegetatif berikanlah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen tinggi selain unsur phosphor dan kalium.

Selanjutnya pada saat fase generatif, berikanlah padi pupuk yang mengandung unsur phosphor dan kalium yang tinggi.

Selain pupuk makro gunakan juga pupuk mikro, karena meskipun kebutuhan unsur mikro lebih kecil namun jika padi kekurangan unsur ini maka hasil panen juga tidak akan semaksimal ekspektasi kalian.

Oleh karenanya, aplikasikan pupuk organik cair spesialis tanaman pangan yang juga mengandung unsur mikro yang lengkap setiap 10 hari sekali.

Baca juga: cara menggunakan alat perontok padi dan spesifikasinya