budidaya ikan nila di kolam rumah

Budidaya Ikan Nila Di Kolam Rumah Dengan Kolam Terpal

Posted on

Halo sobat semuanya, di artikel kali ini saya mau membahas bagaimana budidaya ikan nila di kolam rumah dengan kolam terpal yang bisa sobat juga ikuti pastinya.

Tetapi sebelum ke pembahasan utama tersebut, sebelumnya saya ingin membahas sedikit latar serta hal-hal yang berkaitan dengan ikan nila ini sobat semuanya.

Tanpa perlu berlama-lagi dengan kata ataupun basa-basi, kita langsung masuk ke pembahasan yang berkaitan denga ikan nila ini.

Ikan Nila

budidaya ikan nila di kolam rumah

Ikan nila merupakan jenis ikan yang dapat dimakan dan hidup di air tawar. Ikan ini didatangkan dari Afrika pada tahun 1969 tepatnya di Afrika Timur, dan sekarang menjadi ikan yang populer di kolam air tawar Indonesia dan menjadi hama di semua sungai dan danau di Indonesia. Dengan nama ilmiah Oreochromis niloticus, yang di bahasa Inggris juga disebut dengan Nile Tilapia.

Kondisi hidup ikan nila

Sebelum Anda mulai menanam ikan nila, ada baiknya Anda mengetahui beberapa kondisi kelangsungan hidup ikan nila sebelumnya.

Berikut saya rangkum beberapa syaratnya.

  • Ikan nila sangat tahan terhadap kondisi lingkungan, 0-29 air asin per mil.
  • Ikan nila dapat bertahan hidup pada suhu antara 14 dan 38°C.
  • PH air yang benar adalah antara 5 dan 11.
    Beragam kelompok ikan yang menyukai makanan alami, seperti berbagai jenis fitoplankton, pusaran, dania, organisme bentik, perifiton, dan berbagai jenis zooplankton lainnya.
  • Ikan nila berumur 6 bulan, jadi ikan tersebut bisa bertelur sepanjang tahun.
  • Larva ikan yang dihasilkan dari 200 hingga 400 gram hewan penangkaran berjumlah sekitar 500 hingga 1000 ekor.
  • Sesuaikan ukuran kolam dengan ukuran semua plot Anda. Misalnya ukuran kolam ikan nila 500 adalah 50 m2. Tentu saja, Anda dapat membaginya menjadi beberapa baskom dan menanamnya tergantung pada nila Anda.

Budidaya Ikan Nila Di Kolam Rumah Dengan Kolam Terpal

budidaya ikan nila di kolam rumah

Setelah sebelumnya membahas berbagai hal yang berkaitan dengan ikan nila, kini saatnya membahas budidaya ikan nila di kolam rumah dengan kolam terpal.

Persiapan kolam penutup

Cara pembuatan kolam ikan nila di pajangan tidak jauh berbeda dengan pembuatan kolam ikan nila lainnya. Ukuran ikan nila bisa dipilih tergantung dari tempat budidayanya.

Meski begitu, kolam ikan nila bulat bisa sangat direkomendasikan. Kolam bundar tidak akan menghalangi ikan untuk bergerak bebas, sehingga ikan akan merasa lebih rileks dan nyaman.

Setelah Anda memilih bentuk dan ukuran kolam layar, Anda dapat mulai memasang kolam layar.

persiapan:

  • Pertama, bersihkan bak terpal, baru atau bekas dari tanaman sebelumnya, dengan semprotan air.
  • Biarkan selama beberapa hari sampai kolam benar-benar tidak berbau dan bersih.
  • Kemudian isi dengan air bersih hingga mencapai ketinggian sekitar 30 cm.
  • Tuangkan GDM SaMe Granule BioOrganic secara merata di atas permukaan dengan dosis 50 gram/m2.
  • Siapkan ember berisi air dan tempatkan GDM Black BOS dengan takaran 6 gram/m2.
  • Campur black boss GDM dengan seember air sampai rata.
  • Sebarkan terpal ke seluruh permukaan air kolam serta sisi-sisi air kolam secara merata.
  • Biarkan kolam ikan nila selama 5-10 hari.

Penggantian air di kolam terpal rumah

Pertukaran air sangat penting untuk pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit. Karena air yang kotor bisa menjadi penyebab utama serangan penyakit.

Cara mengganti saringan kolam ikan nila atau air untuk ternak ikan nila merah sebaiknya dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Ini mengalirkan hingga 30% dari sisa air di kolam.
  2. Tambahkan air hingga mencapai 100%.
  3. Untuk memaksimalkan potensi ikan nila di kolam lembaran, Anda dapat memberikan suplemen organik cair Spesialis Perikanan dengan takaran 6 ml / m2 setelah mengganti air.
  4. Ganti air secara rutin, minimal 2-3 minggu sekali.

Pakan Ikan Nila

Setelah sebelumnya membahas tentang pertukaran air di tambak, kini saatnya membahas pemberian pakan ikan nila berupa syarat-syarat yang harus dipenuhi saat pemberian pakan dengan syarat.

  • Pilih makanan/pelet buatan dengan kandungan protein 20-25%.
  • Pelet mengambang atau turun dapat digunakan.
  • Pakan dengan dosis 2-3% dari total berat ikan/biomassa.
  • Beri makan 2-3 kali sehari. Hal ini disesuaikan dengan keberadaan makanan alami dalam cola.
  • Jika Anda sudah menggunakan produk Bio GDM, diet alami Anda dapat berkembang secara optimal. Ini cukup untuk memberi mereka makan hanya di pagi dan sore hari.
  • Pertahankan keberadaan pakan alami di dalam tambak dengan terus menerus menggunakan suplemen organik cair dari GDM Fisheries Specialist di dalam air tambak minimal 7-10 hari sekali.
  • Anda juga dapat membuat feed alternatif lebih efisien. Makanan alternatif yang bisa digunakan untuk ikan nila adalah Azora atau Maggot.

Akhiran

Demikianlah utnuk artikel kali ini yang membahas budidaya ikan nila di kolam rumah dengan kolam terpal yang mungkin bisa berguna sekaligus bermanfaat bagi sobat-sobat sekalian yang sedang membutuhkan atau sedang tertarik dengan informasi yang ada di pembahasan artikel kali ni.

Sampai jumpa sobat semuanya di artikel lain ! see you folks in another chance ! byeybe all.