Ajari Anak Untuk Menebar Kebaikan Dengan Cara Ini

Posted on

Usia kanak-kanak merupakan usia penting untuk menanamkan akhlak mulia. Jangan terobsesi dengan calistung dan hafalan terlebih dulu! Karakter anak merupakan hal lebih penting selain pendidikan yang bersifat akademis!

Banyak orangtua yang lebih mementingkan anaknya bisa menghitung penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, atau … lebih bangga jika anaknya bisa berbahasa Inggris dengan fasih, atau bisa menghafal quran sekian juz, tapi tidak merasa khawatir ketika melihat anaknya menyuruh pembantu di rumah tanpa mengucap kata ‘tolong’ misalnya.

Ajari Anak Untuk Menebar Kebaikan Dengan Cara Ini

Banyak juga orangtua yang menyepelekan ketika mendengar anaknya berbicara kasar, mengucap sumpah serapah pada temannya sendiri, atau terlibat pembulian. Ckckck …

Padahal pendidikan karakter merupakan hal krusial untuk ditanamkan pada anak-anak di bawah usia 5 tahun lho, karena di usia belia ini, anak masih bisa diarahkan akibat belum terkontaminasi oleh gadget.

Nah, salah satu yang terpenting adalah mengajarkan anak gemar menebar kebaikan, istilah yang pernah diviralkan adalah “Pay it forward!”

Apa maksud dari istilah “Pay it forward”?

Yakni ketika seseorang menerima kebaikan dari orang lain, lalu membalasnya bukan ke orang yang berbuat baik tersebut, melainkan dengan menyebar kebaikan pada orang lainnya lagi, plus meminta mereka melakukan “Pay it forward” kembali, yakni membalas kebaikan pada orang lain lagi.

Uniknya, metode menebar kebaikan dengan cara pay it forward ini ternyata dilakukan juga oleh Dongeng Ceria Indonesia dalam program orangtua asuh Yatim Seribu Pulau lho!

Ketika seorang pendongeng datang ke suatu daerah pelosok atau daerah rawan bencana, maka biasanya akan ada 1 hingga 2 anak yatim yang dibawa dari sebuah desa pelosok pedalaman, anak ini kemudian diasuh dan dibiayakan hingga lulus sekolah tinggi, lalu setelah lulus, sang anak akan diminta untuk kembali ke kampung halamannya untuk membangun tempatnya dibesarkan, ini adalah salah satu bentuk pengejawantahan dari metode “Pay it forward”.

Anak-anak Yatim Seribu Pulau pada akhirnya akan kembali ke desa tempatnya dulu dibesarkan, kemudian mengabdi untuk anak-anak di kampung halamannya itu. Bukankah ini adalah metode menebar kebaikan yang luar biasa?

Sahabat, mari ajarkan anak-anak kita agar senang melakukan kebaikan, dan tidak langsung puas saat baru melakukan satu atau dua kebaikan, melainkan terus menebar manfaat dirinya hingga maksimal.

Beritahukan pada anak-anak bahwa mereka bisa menebar kebaikan dari hal-hal sederhana yang mereka bisa.

Anak yang suka pelajaran Bahasa Inggris misalnya, bisa membantu mengajarkan temannya yang kurang cakap berbahasa asing.

Anak yang suka memasak, bisa menyediakan masakannya untuk para sahabatnya misalnya. Dan lain sebagainya.

Anak yang gemar menabung, bisa menyedekahkan tabungannya untuk orang yang amat memerlukan.

Sederhana bukan? Dan insya Allah dapat dilakukan oleh anak-anak di seluruh dunia, termasuk olen anak-anak kita di rumah. Selamat mencoba!